Lombokfile.com – Ramadan selalu menjadi momen yang penuh kehangatan. Bulan suci ini tak hanya mengajarkan ketakwaan, tetapi juga memperkuat rasa kepedulian dan persaudaraan antar sesama. Hadir dalam acara tersebut, ketua perempuan Bangsa NTB, Sekretaris beserta jajarannya.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Provinsi NTB yang merupakan Badan Otonom Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengulurkan tangan untuk berbagi kebahagiaan dengan membagikan paket sembako di Pondok Pesantren Darussalam, Dusun Bremi, desa Babussalam, Gerung Lombok Barat.
Ketua Perempuan Bangsa NTB Umma hj. Rukayyah jazuli S.pd menegaskan bahwa kegiatan berbagi ini adalah bentuk komitmen nyata Perempuan Bangsa dalam membantu sesama, khususnya di bulan Ramadhan.
Hadir juga di kegiatan tersebut Tgh Hardiyatullah ridwan M.pd sekaligus wakil ketua III DPRD Fraksi PKB kabupaten lombok barat, dan Pendiri Pondok pesantren Darussalam.
Umma Rukkayyah begitu beliau disapa, mengatakan Paket sembako yang akan di salurkan berjumlah 550 Paket.
Penerima santunan tersebut berasal dari warga sekitar.
Wajah-wajah penuh harapan tampak dari masyarakat yang menerima sembako Bagi mereka, ini bukan sekadar bantuan, melainkan bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian masih nyata di tengah kehidupan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan DPW Perempuan Bangsa NTB, Tahun ini, mereka telah membagikan 550 paket sembako.
Umma Rukkayyah berharap Tahun depan kegiatan ini akan terus terlaksana.

Di sela-sela kegiatan, beberapa penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur mereka. Bagi mereka, bantuan ini sangat berarti, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit. “Ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada Perempuan Bangsa yang sudah peduli,” ujar ibu Marni yang merupakan warga di Bremi.
“Kami ingin Ramadhan ini menjadi momen berbagi, bukan hanya dalam bentuk sembako tetapi juga dalam bentuk kehangatan dan kepedulian.
Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain melihat saudara-saudara kita tersenyum,” ujar Ummu penuh haru.
Baginya, berbagi di bulan Ramadhan bukan sekedar kewajiban, melainkan panggilan hati. “Ketika kita bisa meringankan beban orang lain, itulah makna sebenarnya dari keberkahan Ramadhan,” tambahnya. (TT)
















































