Lombokfile.com – Sejak bertukar lokasi dengan SMKN 1 Mataram, pihak SMAN 9 Mataram menggelar acara launching di lokasi baru, Jumat 5 November 2021.
Sekolah yang semula berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Rembiga, Kota Mataram, kini menempati lokasi eks SMKN 1 Mataram di jalan Pejanggik, Kota Mataram.
Acara launching SMAN 9 Mataram dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr H Aidy Furqan, Kepala Kantor Cabang Dinas Mataram – Lombok Barat, Dr Basuki Rahman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H Lalu Fatwir Uzali, Direktur Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo, dan sejumlah pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah mengatakan, saat ini genap empat bulan SMAN 9 menempati lokasi baru di Jalan Pejanggik No 28, Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
“Sampai saat ini telah kurang lebih 4 bulan kami berada di lokasi Baru. Dan sejak terbitnya SK Gubernur NTB nomor 032-518 tahun 2021 tentang penggunaan tanah dan bangunan milik pemerintah provinsi NTB eks SMKN 1 Mataram sebagai Gedung SMAN 9 Mataram, tertanggal 21 September 2021,” kata Nengah Istiqomah.
Menurutnya, proses relokasi yang dilakukan bukan berarti tanpa kendala. Namun semua berhasil dilalui berkat kerjasama semua pihak dan support serta dukungan para pihak.
“Dengan bismilah dan tekad yang kuat menyukseskan program peningkatan mutu pendidikan, NTB Gemilang. Alhamdulillah kendala dan tantangan dapat kami lalui. Harapan kami di tempat yang baru ini dapat diterima oleh masyarakat sekitar. Dan dapat beraktifitas dengan baik dan terjalin hubungan interaksi yang positif saling mendukung bahu membahu, dan bergotong royong,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama 4 bulan berada di tempat yang baru, pihaknya telah melakukan kordinasi dengan banyak pihak yang telah dengan senang hati datang memberikan sosialisasi dan informasi terbaru seperti PLN masuk sekolah, Polisi masuk sekolah, Jaksa masuk sekolah, Kimia farma masuk sekolah, Kantor bahasa dengan gerakan literasi geulis.
Beberapa kampus pun mengajak kerjasama agar kelak dapat memudahkan peserta didik yang ingin melanjutkan pendidikan.
Masalah Listrik dan Toilet
Nengah memaparkan, saat ini jumlah siswa di SMAN 9 Kota Mataram tercatat sebanyak 817 orang. Sementara jumlah guru 52 orang dan staf tata usaha sebanyak 27 orang.
Adapun sarana ruang terdapat 25 ruang kelas dan ruang penunjang lainnya. Sementara toilet tersedia sebanyak 10 ruang.
“Dengan rasio 50:1 maka sesungguhnya kami masih membutuhkan fasilitas sanitasi sekitar 30 ruang toilet untuk mendukung kenyamanan dan kelayakan dalam beraktifitas sehari-hari,” kata Nengah Istiqomah.
Selain sarana toilet yang perlu ditambah, SMAN 9 Mataram juga masih terkendala dengan masalah listrik.
“Listrik dengan kapasitas 860.000 Watt, kami sangat berharap adanya perbaikan instalasi yang cukup menghawatirkan. Sehari-hari kami masih dalam kondisi belum nyaman karena sering terjadi konslet sehingga menyebabkan mati lampu dan ini sudah kami laporkan kepada pihak PLN,” jelasnya.
PLN merespon akan memberikan perbaikan pada beberapa titik yang rawan dan berbahaya karena dilewati oleh tegangan tinggi.
Menurutnya, pihak PLN telah melakukan survey dan menyatakan bisa dilakukan perubahan desain konstruksi untuk keamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.
Hanya saja PLN butuh waktu, dan diminta pihak SMAN 9 Mataram untuk tidak melakukan kegiatan apapun di lokasi tersebut sampai dengan PLN melakukan perbaikan perubahan konstruksi dan pengamanan instalasi PLN.
“Maka dengan adanya surat PLN tersebut, hingga saat ini kami tidak melakukan aktifitas pada lantai 3, dengan pertimbangan keamanan,” katanya.
Nengah Istiqomah juga berharap agar pemerintah daerah yang mendukung kota layak anak, segera membantu untuk penanganan dahan ranting pohon Kenari yang memasuki areal sekolah.
“Karena ini cukup menghawatirkan karena kami parkir dibawahnya. Kami telah bersurat adapun tanggapan yang diberikan masih menunggu antrian karena banyak permintaan. Kami berharap dalam kesempatan ini menjadi pemikiran bersama dan segera diambil tindakan agar dapat memberikan ketenangan dalam beraktifitas,” katanya.
Nengah Istiqomah menambahkan, sesuai dengan visi dan misi SMAN 9 Mataram yaitu menuju satuan Pendidikan ramah anak yang menyelenggarakan pendidikan Barisan atau bersih, aman ,ramah, inklusif, sehat, asri dan nyaman. Pihaknya sangat mengharapkan dukungan semua pihak terutama untuk melengkapi fasilitas fasilitas pendukung lainnya. Baik untuk kegiatan akademik dan non akademik.
Di usia yang masih belia menginjak tahun ke 4, SMAN 9 Mataram sejak berdirinya tahun 2018 masih banyak yang perlu dilengkapi. Saat ini sekolah masih membutuhkan perbaikan jaringan instalasi listrik yang layak, jumlah komputer yang kurang memadai hanya memiliki 30 unit komputer.
Sekolah juga membutuhkan laboratorium yang layak, perpustakaan juga masih sangat kurang memadai dan alat alat untuk menunjang kegiatan extra kurikuler.
“Untuk itu kami sangat berharap dukungan baik dari Dinas Dikbud, komite,orang tua, masyarakat, stakeholder dan instansi lainnya yang terkait untuk dapat memberikan dukungan dan motivasi untuk kemajuan SMAN 9 Mataram yang kita cintai ini hingga dapat bersaing dengan sekolah lain bahkan kelak menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Mataram,” tukasnya.
Namun demikian, pihaknya tetap bersyukur terus melakukan aktifitas maksimal semampu kami sehingga peserta didik merasa terlindungi dalam mendapatkan pelayanan terbaik dalam pendidikan dan kebudayaan.
“Dengan prinsip SRA kami berharap anak senang, guru tenang , orang tua bahagia,” pungkas Nengah Istiqomah.
Kegiatan launcing SMAN 9 Mataram juga dirangkai dengan acara lomba dulang penamat pasca khataman Alquran 30 juz oleh siswa dan guru beserta staf.
Sebelumnya, kegiatan khataman Al Quran dilaksanakan pada Jumat 29 Oktober 2021 dalam rangka merayakan hari Maulid Nabi Muhammad, dengan tema meneladani akhlaq dan meningkatkan kecintaan kepada Rasul tahun 1443 H. (*)

















































