Kamis, Juni 11, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Cyber
Lombokfile.com
  • Headline
  • Hukrim
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Ekobis
  • Lifestyle
  • Pendidikan
  • TNI-Polri
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Lombokfile.com
Home Lifestyle

Simbol Abadi Pluralisme Pulau Seribu Masjid, Tim Ekspedisi Mistis PDIP dan Mi6 Gali Sejarah “Air Muallaf” di Desa Batu Kumbung

LOMBOKFILE.COM by LOMBOKFILE.COM
Jumat, 30 Desember 2022
in Lifestyle
0
Simbol Abadi Pluralisme Pulau Seribu Masjid, Tim Ekspedisi Mistis PDIP dan Mi6 Gali Sejarah “Air Muallaf” di Desa Batu Kumbung
0
VIEWS

Lombokfile.com -Menjelang penutup tahun, Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 menggali simbol pluralisme dan keberagaman di Pulau Lombok. Simbol tersebut mewujud dalam “Air Muallaf” di Dusun Tragtag, Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Di sana, sumber mata air dari Pura, berpuluh-puluh tahun dialirkan untuk kebutuhan Umat Islam beribadah di sebuah Masjid.

Related posts

Betabeq Sambut Pocari Run, Budaya Sasak Menguatkan Sport Tourism NTB

Betabeq Sambut Pocari Run, Budaya Sasak Menguatkan Sport Tourism NTB

Minggu, 31 Mei 2026
Pemprov NTB dan BPS Dorong Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Pemprov NTB dan BPS Dorong Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 25 Mei 2026

Ekspedisi kali ini begitu istimewa lantaran Ketua Dewan Pembina Tim Ekspedisi H Rachmat Hidayat turun langsung. Anggota Komisi VIII DPR RI dari PDI Perjuangan tersebut didampingi Ketua Tim Ekspedisi H Ruslan Turmuzi, dan Dewan Pakar Tim Ekspedisi, di antaranya Dr Saiful Hamdi, Dr Azrin. Hadir juga Anggota Fraksi PDIP DPRD Lombok Barat dari Dapil Lingsar-Narmada, H Sardian.

Kedatangan Tim Ekspedisi disambut pemuka agama Islam dan pemuka agama Hindu di Desa Batu Kumbung. Kepala Desa Batu Kumbung H Wirya Adi Saputra kemudian memandu rombongan menuju Pura Pancor Munjuk di Dusun Traktak. Di pura yang dibangun pada tahun 1918 inilah, terdapat sumber mata air Pancor Munjuk, yang kini disebut “Air Muallaf.

Saat tim ekspedisi tiba, sudah menunggu di sana Ketua Krama Pura I Made Putra Usada, sekaligus Ketua Banjar dan para pemuka Agama Hindu, pemuka Agama Islam, kepala dusun, dan sejumlah tokoh dan perwakilan warga.

Dengan dipandu Ketua Krama Pura, Tim Ekspedisi kemudian melihat langsung sumber mata “Air Muallaf” yang berada di bagian paling atas Pura. Sumber air itu kini sudah ditata, terlindungi dalam lingkaran beton mirip seperti lingkaran sumur. Di dalamnya, air jernih terus menguar dari dalam tanah. Tak pernah mengering semenjak Pura itu dibangun satu abad silam.

Dari sumber mata air ini, air kemudian dialirkan melalui saluran yang dibuat khusus di bawah tanah kedua kantung reservoar. Dari sana, air dibagi ke tempat pemandian umum yang digunakan baik oleh warga Hindu maupun Muslim. Tempat untuk laki-laki dan perempuan dibuat terpisah. Dan di tempat pemandian ini, air tak pernah berhenti mengalir. Di sini, sebuah reservoar khusus dibuat untuk mengalirkan air ke Masjid Hidayatul Islam yang berjarak 300 meter dari Pura Pancor Munjuk. Di sana, air digunakan oleh umat Muslim untuk beribadah setiap hari.

Semua bermula dari kesulitan air di masa lalu. Saat Masjid Hidayatul Islam dibangun secara sederhana, sumur yang dibangun oleh umat Muslim pada waktu itu di dekat Masjid, tidak memiliki air bersih yang memadai. Sehingga hal tersebut menyulitkan umat Islam yang hendak beribadah.

Tokoh masyarakat Hindu dan tokoh masyarakat Islam kemudian berembuk. Dan semenjak itu, air dari Pura Pancor Munjuk dialirkan ke Masjid Hidayatul Islam. Semula dengan cara yang sederhana. Baru pada tahun 2016, sistem alirannya dibuat menjadi lebih bagus dengan menggunakan jaringan perpipaan dan reservoar yang bisa disaksikan masyarakat saat ini.

“Sesungguhnya kami Umat Hindu dan Umat Islam di di sini berasal dari leluhur yang sama,” kata Made Putra.

Dahulu, saat pura dibangun pada tahun 1918, empat orang leluhur mereka datang dari Karangasem dan bermukim di sana. Dari empat leluhur inilah jumlah warga terus lahir dan bertambah. Dalam perkembangannya, warga kemudian sebagian memeluk agama Islam. Sebagian lagi tetap memeluk agama Hindu. Dan bahkan pernikahan warga di antara kedua pemeluk agama juga terjadi. Semisal, warga Muslim menikahi warga yang beragama Hindu yang kemudian muallaf.

Tak heran, kehidupan masyarakat di Desa Batu Kumbung begitu guyub dan rukun. Tak pernah ada pertentangan antara warga di sana. Di sinilah, praktik toleransi antar umat beragama benar-benar dipraktikkan.

Ambil contoh misalnya saat ada warga yang meninggal. Begitu ada pengumuman berita kematian di masjid atau musala, umat Hindu kemudian akan secara serentak mengumpulkan uang duka untuk kemudian membantu keluarga Muslim yang sedang ditimpa musibah. Pun begitu saat ada umat Hindu yang meninggal. Hal serupa juga dilakukan oleh umat Muslim. Begitu pula pada saat ada hajatan. Mereka saling membantu satu sama lain.

“Tradisi seperti ini sudah ada semenjak kami bahkan belum lahir. Ini adalah peninggalan leluhur kami,” kata Made Putra.

Antar kedua umat beragama pun begitu saling menjaga satu sama lain. Menyadari bahwa mata air dari Pura Pancor Munjuk dialirkan ke Masjid Hidayatul Islam untuk kebutuhan umat Islam beribadah, maka leluhur umat Hindu membuat aturan yang sangat tegas. Bahwa tidak boleh ada upacara yang menghadirkan daging babi di pura. Di Pura ini, babi tak boleh ada, tak juga boleh didatangkan atau dibawa untuk disembelih, atau dagingnya diolah, dimasak, lalu disantap baik oleh perorangan atau bersama-sama di sana. Larangan itu masih terjaga hingga kini.

“Jadi kalau ada upacara, kami umat Hindu menyembelih kerbau,” kata Made Putra.

Suci Menyucikan

H Tantowi, tokoh agama Islam yang hadir berbincang dengan tim ekspedisi menekankan, dengan cara itulah, maka air yang mengalir dari Pura ke Masjid tetap terjaga kesuciannya. Sehingga memenuhi kaidah dan unsur air yang suci menyucikan bagi umat Islam sesuai dengan kaidah Fiqih.

Dikatakan, baik umat Islam  maupun umat Hindu begitu bersyukur, bahwa leluhur mereka telah mewariskan secara turun temurun tentang pentingya toleransi, saling menghormati, meski mereka berbeda keyakinan.

“Apa yang kami lakukan hingga hari ini, adalah sepenuhnya mengikuti apa yang sudah dilakukan leluhur kami lebih dari satu abad,” kata H Tantowi, yang merupakan paman dari Made Putra, lantaran menikahi bibi tokoh yang karib disapa Made Arab tersebut.

Dewan Pembina Tim Ekspedisi H Rachmat Hidayat sendiri mengaku begitu takjub atas komitmen yang begitu tinggi masyarakat Muslim dan masyarakat Hindu di Desa Batu Kumbung yang telah merawat keberagaman sedemikian indahnya. Itulah mengapa dirinya melabeli Desa Batu Kumbung sebagai taman sarinya keberagaman di NTB dan juga di Indonesia.

“Bagi mereka yang belum juga memahami arti pentingnya ke-Indonesiaan, datanglah belajar ke Desa Batu Kumbung,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Rachmat menegaskan, Desa Batu Kumbung layak masuk menjadi teladan toleransi dunia, karena telah memberikan contoh toleransi yang baik antarumat beragama. Di desa ini juga terdapat dusun yang diplot sebagai “Kampung Toleransi” yakni Dusun Tragtag. Dimana harmonisasi dua suku yaitu Suku Bali dan Suku Sasak yang hidup rukun berdampingan.

Hal itu dinilai Rachmat sebagai bentuk konkret mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

“Di Batu Kumbung inilah kita melihat Pancasila. Ada keberterimaan, toleransi, dan keberagamaan,” tandas Rachmat.

Ditegaskan tokoh kharismatik Bumi Gora ini, Air Muallaf yang ada di Desa Batu Kumbung ini, tak ubahnya adalah simbol abadi pluralisme di Pulau Seribu Masjid.

“Ini sungguh pembelajaran yang sangat berharga untuk kita yang hidup di saat ini, dan bagi anak-anak cucu kita yang hidup di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Ketua Tim Ekspedisi H Ruslan Turmuzi menambahkan, Tim Ekspedisi datang secara khusus untuk melihat langsung simbol abadi pluralisme Air Muallaf tersebut, untuk membuka pemahaman khalayak tentang pentingnya seluruh umat beragama di Pulau Lombok dan Sumbawa, agar terus menjaga dan merawat keberagaman.

“Di mana ada keberagaman, di situlah sesungguhnya ada kekuatan,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto menegaskan, hubungan kedua umat beragama yang terjalin sangat baik di Desa Batu Kumbung adalah sebuah *Masterpiece* atau  ‘Hasil Karya’  yang  tak ternilai harganya.

Oleh karenanya, dirinya ingin agar kerukunan yang damai menjadi spirit yang terus dirawat dan dijaga. Daerah-daerah juga diajak mencontoh Desa Batu Kumbung dalam hal bagaimana merawat keberagaman tersebut.

Saat ini, menurut Kepala Desa Batu Kumbung Wirya Adi Saputra, dari delapan ribu jiwa yang bermukim di desa yang dipimpinnya ini, 70 persen memeluk agama Islam. Sementara sisanya adalah pemeluk agama Hindu. (*)

Tags: Ekspedisi MistisLombokPdip
Previous Post

Keluarga Besar PP NTB Siap Dampingi Kasus Fihiruddin

Next Post

Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan Modal Usaha UMKM dan Beasiswa Senilai Rp 462 Juta di Gumi Patuh Karya 

Next Post
Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan Modal Usaha UMKM dan Beasiswa Senilai Rp 462 Juta di Gumi Patuh Karya 

Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan Modal Usaha UMKM dan Beasiswa Senilai Rp 462 Juta di Gumi Patuh Karya 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Oplus_16908288

BERITA LAINNYA

Mi6 Ungkap Sejumlah Kecenderungan Hasil Survei Terbaru Pilgub NTB 2024

Mi6 Ungkap Sejumlah Kecenderungan Hasil Survei Terbaru Pilgub NTB 2024

2 tahun ago
Tabrakan Perahu, Satu Orang Ditemukan Meninggal Dunia

Tabrakan Perahu, Satu Orang Ditemukan Meninggal Dunia

2 tahun ago
Bangunan Baru Bank NTB Syariah Cabang Taliwang Diresmikan

Bangunan Baru Bank NTB Syariah Cabang Taliwang Diresmikan

3 tahun ago
Dinilai Berdedikasi Tinggi di NTB, Efrien Saputra Tuai Apresiasi GEMPAR

Dinilai Berdedikasi Tinggi di NTB, Efrien Saputra Tuai Apresiasi GEMPAR

5 bulan ago

BROWSE BY CATEGORIES

  • Ekbis
  • Ekobis
  • Headline
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • TNI-Polri

FOLLOW US

  • 87.1k Followers

BROWSE BY TOPICS

2018 League Bali United Bank NTB syariah BBPOM Bima BPOM Budget Travel Chopper Bike Ditpolairud DPRRI Gerindra Gubernur NTB Hbk Headline Istana Negara Kapolda NTB Kursi roda Lombok Lombok barat Lombok tengah LOMBOK TIMUR M16 Mandalika Mataram Motogp MXGP Ntb Pasokan listrik Pdip Pelantikan Pemprov ntb Pilkada NTB PJ gubernur ntb PLN PLN UIW Polda NTB Polres lotara Polresta Mataram Ramadhan Rohmi firin Sirkuit mandalika Sumbawa UMKM UU ITE WSBK

POPULAR NEWS

  • Marc Marquez Terpelanting Ke Empat Kalinya di Tikungan 7 Sirkuit Mandalika

    Marc Marquez Terpelanting Ke Empat Kalinya di Tikungan 7 Sirkuit Mandalika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Istri Dituntut 1 Tahun Bui karena Memarahi Suami Mabuk, Kejagung Periksa Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sirkuit Mandalika Tuan Rumah MotoGP seri Kedua, Netizen Malaysia Meringis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KTM Berjaya, Miquel Oliveira Merajai di MotoGP Mandalika!! 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Jalan Lapen Perumahan Elite Kota Mataram Asri Diduga Sarat Masalah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Follow us on social media:

Recent News

  • Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB
  • Terbukti Bunuh Vira, Terdakwa Radiet Divonis 6 Tahun, Ibu Korban Histeris Tak Terima
  • Tower Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Pembangunan di Bongancina Tetap Berjalan: Perbekel, Camat hingga Pemkab Buleleng Tutup Mata

Category

  • Ekbis
  • Ekobis
  • Headline
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik
  • TNI-Polri

Recent News

Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB

Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB

Rabu, 10 Juni 2026
Terbukti Bunuh Vira, Terdakwa Radiet Divonis 6 Tahun, Ibu Korban Histeris Tak Terima

Terbukti Bunuh Vira, Terdakwa Radiet Divonis 6 Tahun, Ibu Korban Histeris Tak Terima

Rabu, 10 Juni 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Cyber

© 2023 | Lombokfile.com | Hak cipta dilindungi Undang-undang

No Result
View All Result
  • Headline
  • Lifestyle
  • Hukrim
  • Ekobis
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • TNI-Polri

© 2023 | Lombokfile.com | Hak cipta dilindungi Undang-undang

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In