Yudhi yang hadir dalam pertemuan di Dishub NTB Senin kemarin, menjelaskan bahwa pertemuan dengan Dishub sangat strategis untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan WSBK. Bukan sebaliknya seperti yang dituduhkan PHRI dan ASITA NTB.
“Jadi memang tuduhan menggagalkan WSBK itu kesannya lucu dan ini sudah masuk ke fitnah,” ujar Yudhi.
Pria yang menjabat Ketua Organda Kota Mataram ini mengatakan, dalam pertemuan yang dilakukan oleh Kadishub NTB itu bukan hanya mengundang para GM Hotel, tetapi juga 3 Aplikasi Online berbasis Transportasi seperti Grab, Gojek dan Maxim.
Pertemuan tersebut membahas Rekayasa Lalu Lintas terkait pelaksanaan WSBK November nanti.
“Karena semua kendaraan yang akan mengarah wara-wiri memasuki jalur Sirkuit Mandalika harus ter stikerisasi yang sudah ditetapkan dalam Rapat Final Manajemen Rekayasa Lalu Lintas yang diadakan Oleh Kementerian Perhubungan baik itu Dir. Angkutan Darat, Dir. Lalu Lintas. Dinas Perhubungan NTB bukan hanya mengurus truk dan angkot yang mati kir, jembatan timbang dll, itu ranah Dinas Perhubungan Kab/Kota dan BPTD (Balai Pengelolaan Transportasi Darat). Ini yang harus dipahami oleh teman-teman Pelaku Wisata baik itu ASITA dan PHRI. Justru 1 jari ditunjukkan oleh mereka para Ketua Organisasi ini kepada Kadishub, 4 jari kesalahan ada pada mereka sendiri,” ujar Yudhi.
Ia memaparkan, jika berbicara perhubungan khususnya Angkutan, hendaknya membuka data. Sebab apa yang dilakukan Dishub NTB sudah sesuai dengan tupoksinya.
“Sekarang kita balik tanya, kendaraan kendaraan anggota ASITA ataupun Kendaraan Fasilitas Hotel yang mereka angkut tamu dan terima bayaran itu punya izin Penyelenggaraan Angkutan Tidak?. Jangan asal menuduh (Dishub) memecah belah seperti itu,” tukasnya.
Menurutnya, dengan adanya pertemuan dengan Dishub maka seluruh stakeholders terkait WSBK punya gambaran utuh, tentang pola transportasi nantinya. Sehingga bisa memaksimalkan keamanan dan kenyamanan tamu yang datang.
“Terutama soal stikerisasi kendaraan. Ini penting, agar jangan sampai ada tamu yang menggunakan kendaraan tanpa stiker dan akhirnya harus ganti kendaraan di tengah jalan. Ini demi kenyamanan tamu WSBK juga,” tegasnya.
Yudhi menegaskan, WSBK merupakan event dunia, yang kesuksesannya mempertaruhkan nama Indonesia.
“WSBK ini kita pertaruhkan itu Merah Putih dan Garuda. Saatnya kita itu bersinergi, kolaborasi, dan jangan kedepankan ego masing-masing,” ujar dia.
Hal serupa disampaikan Ketua Organda NTB, Junaidi Kasum (JK).















































