Hukrim, Lombokfile.com – Tudingan Ketua PHRI NTB tentang upaya Kadishub NTB menggagalkan WSBK Mandalika, mendapat reaksi keras.
Kadishub NTB, Lalu Moh Faozal menyatakan tudingan tersebut tidak beralasan dan cenderung menebar fitnah dan mencemarkan nama baik.
“Tudingan itu kayak fitnah, tidak beralasan. Saya secara pribadi akan melayangkan somasi dan mempertimbangkan untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik,” tegas Faozal, Selasa (26/10) di Mataram.
Sebelumnya di sejumlah media online, Ketua PHRI NTB menuding Kadishub NTB berniat menggagalkan WSBK, melalui pemberitaan berjudul “PHRI Mencium Gelagat Kotor Kadishub NTB Gagalkan WSBK” yang beredar Selasa siang. Tudingan muncul lantaran Dishub NTB mengagendakan pertemuan dengan jajaran hotelier, Senin 25 Oktober, sementara di saat yang sama Dispar NTB juga menggelar pertemuan yang sama.
Faozal menegaskan, Dishub NTB sejauh ini terus bekerja untuk persiapan WSBK terutama dari sisi sektor transportasi.
Ia menjelaskan, pertemuan dengan hotelier pada Senin itu dilakukan untuk sosialisasi terkait Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) WSBK Mandalika, lima koridor transportasi massal, dan juga titik-titik shuttle bus di kawasan Mandalika. Hal ini dilakukan agar pihak manajemen hotel bisa memberikan informasi yang komprehensif kepada para tamu mereka, di saat gelaran WSBK 19 – 21 November mendatang.
“Dishub punya kepentingan, agar para penonton WSBK bisa aman dan nyaman dalam transportasi menuju dan dari venue WSBK di Mandalika. Ini kita sosialisasikan dalam pertemuan kemarin, sehingga harapannya pihak hotel juga bisa memberikan informasi detil kepada tamunya. Kok malah dituding upaya menggagalkan WSBK?,” tegas Faozal.
Faozal mengaku awalnya tak mau menanggapi tudingan tersebut. Namun, karena tudingan itu beredar di media online dan berpotensi menyudutkan dan mencoreng nama baik institusi dan personal, maka ia akan mempertimbangkan melayangkan somasi dan menyiapkan laporan dugaan pencemaran nama baik.
“Saya malas tanggapi sebenarnya, tapi jika dibiarkan ini bisa jadi bola liar dan fitnah yang lebih lagi. Apalagi media tidak pernah konfirmasi dan tidak berimbang beritanya. Ya kami akan somasi dan menyiapkan laporan ke APH,” ujarnya.
Langkah Faozal mendapat dukungan dari Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Provinsi NTB, Yudhi Muchlis.















































