Lombokfile.com  – Tim Ekspedisi Sejarah Situs Kebudayaan dan Artefak Suku Sasak yang digagas oleh PDIP NTB dan Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6 akan menelusuri dan menelisik Minyak Bertuah Warisan para Leluhur  yakni : “Senggeger dan Minyak Banyu-Urip”  yang konon dipercayai memiliki beragam khasiat non sains untuk berbagai hajat , untuk  Pamor/junjung drajat, Pengasihan maupun sebagai  Pelindung Badan ( sikep awak ). 

Masyarakat Sasak, khususnya di pedesaan pasti sudah familiar dengan istilah Senggeger  Hal ini karena legenda Senggeger yang kerap diasosiasikan ibarat jalan tol mendapatkan Jodoh. Tak heran jika sebelum era milenial atau 4.0, dikenal istilah “Cinta ditolak, Dukun Bertindak”.

Selain itu tujuan ekspedisi menelisik eksistensi agar mitos senggeger sebagai ilmu warisan leluhur Sasak  tersebut bisa dipahami secara utuh terkait khasiat, kandungan, proses pembuatan juga puji dan amalan doa dan mekanisme kerja secara tak kasat mata / metafisika ( non sains ) . 

Selanjutnya agar tuah- tuah senggeger dan banyu urip bisa dirasionalkan/ dilogikakan dengan benar, khususnya yang  berkaitan dengan cara kerja aurora mistisnya dalam mempengaruhi persepsi dan kebatinan seseorang. 

“Tim Ekspedisi Sejarah hanya ingin membuka tabir/ Rahasia Terselubung agar kekuatan tuah senggeger maupun banyu-urip tidak dipandang dlm konotasi negatif  yang tak sesuai kaidah syar’i ,” ujar Ketua Tim Ekspedisi Mistis Mi6 dan PDIP NTB , H Ruslan Turmuzi, melalui keterangan tertulis, Kamis ( 9/6 )

Menurut Ruslan Turmuzi,  khasiat Senggeger maupun Banyu-urip bukan termasuk Ilmu Hitam karena proses pembuatan dan cara kerja scr metafisika tetap dalam koridor syar’i tidak menyertakan bahan2 yang dilarang/haram  dan ada doa-doa yang dirapalkan yang Insya Allah diyakini agar dimudahkan di ijabah oleh Allah SWT. 

“Konon  bahan dasar senggeger adalah minyak kelapa, aneka  rempah plus puji/doa. Demikian Air bertuah Banyuurip , konon bahan dasarnya diambil dari 9 mata air / sumur kuno yg tersebar di empat penjuru gumi sasak ini,” imbuhnya sembari menambahkan yang tidak kalah pentingnya juga dorongan kekuatan sugestif dalam diri seseorang turut menentukan keberhasilan khasiatnya. 

Sementara itu Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto mengatakan Metode investigasi yang akan dilakukan Tim Ekspedisi Sejarah berfokus menelusuri  sejarah dan kekuatan Metafisika yang menyelubungi tuah-tuah Senggeger yang kesohor ini untuk pencerahan.  

” Untuk itu Tim Ekspedisi Sejarah Mi6 dan PDIP NTB  Jumat ini, 10 Juni 2022 akan hunting menemui narasumber  yang memiliki kepiawaian dalam ‘meramu’  senggeger yang  tidak kaleng-kaleng agar masyarakat awam mendapatkan informasi  utuh terkait praktek tersebut,” ujar lelaki yang akrab disapa didu ini. 

Didu menambahkan dengan ikhtiar ini setidaknya ini bentuk empati Tim Ekspedisi  Mi6 dan PDIP NTB guna melestarikan dan menjaga *ilmu dalam*  para leluhur agar tak lekang oleh waktu dan Teknologi. 

“Yang terpenting lagi adalah seluruh rangkaian hunting  mengungkap rahasia dibalik  Senggeger dan Banyu-urip ini bisa terdokumentasi secara baik dan rapi melalui publikasi media di semua platform teknologi 4.0, pungkasnya. (*)