Lombokfile.com – Gubernur NTB Zulkieflimansyah angkat bicara terkait mutasi yang sering dilakukan pada periode pemerintahannya.
“Mungkin karena gak paham ceritanya ,Karena kita kan ada yang pensiun ,gak diganti juga diprotes nanti, kan kemarin ada yang pak ridwansyah dan asisten 2 pensiun ya diganti,” Ungkap Gubernur Zulkieflimansyah saat ditemui usai menghadiri
Zul sapaan akrab orang Nomor satu NTB menegaskan mutasi yang dilakukan murni karena kebutuhan organisasi. Termasuk soal pejabat yang hanya menjabat dalam waktu singkat kemudian dipindah ke OPD lain.
“Ya kita lihat kebutuhan saja , Misalnya kayak pertanian kita yang pak taufik bukan masalah teknis pertaniannya tapi masalah tembakau ini ternyata irigasi ,kebetulan baground beliau di PU kita minta (pindah),” pungkasnya
Sebelumnya, Fraksi yang ada di DPRD NTB memberikan pandangan umum terhadap Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi tahun 2022.
Dalam rapat Paripurna, Rabu 5 Juli 2023, semua fraksi menyampaikan pandangan umum, salah satunya Fraksi Partai Demokrat, yang mengkritisi mutasi dilakukan Gubernur, yang mencerminkan pengelolaan manajemen pemerintahan amburadul.
Juru bicara Fraksi Demokrat, Raden Rahadian Soedjono U Demokrasi, menegaskan, kebijakan gubernur melakukan mutasi yang terlalu sering dalam waktu yang sangat singkat ini sangat kontra produktif bagi kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Selain itu ada beberapa pejabat yang rangkap jabatan, sebagai pelaksana tugas untuk mengisi kekosongan posisi kepala dinas. Sementara kapasitas pejabat yang baru ditunjuk belum tentu didukung oleh penguasaan isu yang ada. Dampaknya, kinerja SKPD jadi tidak produktif. (*)














































