Lombokfike.com -Musim penghujan sudah sudah kembali tiba.Masyarakat hendaknya tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Menjaga Lingkungan masing-masing dengan tidak membuang sampah pada selokan Atau parit yang bisa membahayakan warga sekitar.
Hari minggu 24/23 telah terjadi pohon Tumbang di Jln. Tgh. Ibrahim khalidy mengakibatkan pengendara jalan Hati-hati melaju kendaraannya. Wilyah ini sering terjadi kecelakaan yang di akibatkan penerang jalan mati.
Ditemui disalah satu cafe dijalan Bypass bil 2 ,Muizzudin , Pendiri Lembaga kajian Masyarakat Rinjani (LKM-RINJANI) berbicara. Pemerintah Lombok Barat lamban memberikan atensi terhadap potensi pohon yang akan tumbang Di jln. TGH. Abdul Karim dan Jln. TGH. Ibrahim khalidy . Penerang jalan Mati sehingga bebrapa kali lakalantas terjadi sehingga Menggakibatkan korban jiwa.
” Kami Tahun lalu pernah bersurat ke Dinas Perkim Lobar, dan berjanji akan melakukan perantingan. Tetapi tidak pernah turun ke lapangan,Jangan sampai ada korban baru semua sibuk turun tangan. Harapan kami dengan pindahnya Bidang Perkim ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lebih respon cepat. Dan hemat kami bidang Perkim segera mendata Potensi pohon yang akan tumbang ” Jelas Muizzudin
“Pemerintah Lombok Barat yang di Nakhdodi Hj. Sumiatun sekarang harus respon cepat tidak hanya melihat kepentingan politik jelang hajatan Pileg, pilpres dan pilkada 2024. Meski IPM Lombok Barat Tahun ini Naik 72,18 dari tahun lalu 71,44. Meski demikan, parameter ini tidak bisa menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat Lombok Barat belum bisa diakomodir akibat Pendapat Asli daerah (PAD) nihil. Belum lagi ditambah soal kasus pertanahan yang di atensi pemerintah pusat di Lombok Barat yang 2/3 Tanah negara Tersebut disertifikatkan oleh Oknum di wilayah kec.amatan Sekotong” Papar Muiz.
“Mafia -Mafia perbudakan harus di hapuskan dari Gumi Lombok Barat, pemimpin masa depan harus berani bersikap, mengambil keputusan-keputusan penting (political will) , tidak arogan, oportunis dan tentunya taat dalam iman” Pungkas aktivis Muda NU Lombok Barat itu. (*)
















































