Lombokfile.com – Mewakili Gubernur Nusa Tenggara Barat, Plt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, H. Ahmad Masyhuri, S.H. membacakan sambutan Gubernur NTB pada Gebyar syi’ar dan syair Ramadhan 1447 H, yang diselenggarakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi NTB di teras Udayana Kota Mataram pada Jumat malam (13/2/2026).
Dalam sambutannya Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan, bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi menjadi ruang syi’ar melalui rebana yang harmonis dan syair syair pujian kepada Allah dan Rasulnya adalah bentuk dakwah yang indah, menyejukkan, dan mudah di terima oleh semua lapisan masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB memandang kegiatan seperti ini bukan hanya sebagai acara keagamaan, tetapi bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
“Pembangun daerah tidak hanya berbicara infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga membangun moral, spiritual dan budaya,” jelasnya.
Gubernur menambahkan, seni rebana membuktikan bahwa dakwah tidak selalu harus disampaikan dengan cara yang panjang, tetapi melalui irama dan syair pesan keagamaan dapat menyentuh hati dengan cara yang lebih halus namun mendalam.
Banyak contoh nyata, di berbagai daerah, kelompok rebana dan Hadrah yang berawal dari majelis taklim menjadi ruang pembinaan generasi muda, anak-anak muda yang semula tidak memiliki ruang, ekspresi positif, kemudian menemukan jalannya melalui syair sholawat, tampil di berbagai kegiatan keagamaan, menumbuhkan rasa percaya diri bahkan sebagiannya mampu mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif berbasis seni religi.
“Ini adalah bukti rebana bukan hanya alat musik tetapi media pembentukan karakter dan pemberdayaan,” ungkapnya.
Ditengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, tantangan bukan sekedar memahami pengaruh luar, tetapi memperkuat identitas dan kreativitas kita sendiri. Seni rebana dan syair Islam harus terus berkembang menjadi ekspresi keislaman yang relevan, membanggakan bagi generasi muda Nusa Tenggara Barat.
“Sebagai daerah yang religius, Seni rebana ini harus terus kita rawat, dan giatkan melalui ruang-ruang syi’ar yang positif, inklusif dan mencerdaskan.” harapnya.
Gubernur juga mengajak semua untuk menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum mempekuat keimanan memperkuat persaudaraan dan menghadirkan syi’ar yang menghadirkan kedamaian.
Sementara itu ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi NTB Hj. Siti Rauhul Faujah Djufrie, S.Ag menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah keimanan dan ketakwaan khususnya bagi kaum perempuan, Majelis se Kota Mataram agar dapat mendidik anak-anaknya terhindar dari hal-hal yang negatif.
“Kami menghimpun majelis Baiturrahmah di kota Mataram ini, tujuannya lebih khusus Ibu-ibu, kalau dia sudah beriman dan bertakwa dan dibarengi dengan berpendidikan, Insyaallah akan bisa membina anak-anaknya agar tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan,” ia melaporkan.
Selain itu, Ketua BKMT NTB ini menilai bahwa Mataram dan berbagai daerah lainnya dalam kondisi darurat Narkoba, maka melalui majelis ini, orangtua lebih mengarahkan, mendidik dan mengontrol anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam bahaya narkoba.
“Jadi kami menghimpun ibu-ibu majelis ini agar menjadi contoh bagi anak-anaknya, agar mendidik anak-anaknya untuk menjauhi hal-hal yang Allah larang, termasuk narkoba.” terangnya.
Menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini BKMT yang sudah terbentuk di sepuluh kota dan kabupaten se NTB akan melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba.
“Saya minta, BKMT kabupaten dan Kota se NTB untuk terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba melalui majelis, terutama ibu-ibu di bulan Ramadhan ini untuk terus menjaga anak-anak kita dari bahaya Narkoba,” harapnya
Terhadap generasi muda, ketua BKMT berpesan untuk menjauhi narkoba, dan terus berkreasi.
“Jangan karena narkoba merusak masa depan. Selain itu kita mengarahkan BKMT se NTB untuk merangkul anak-anak muda untuk berkreasi melalui seni rebana islami,” ujarnya.
Ia juga berpesan untuk menjauhi narkoba dan berpesan juga untuk BKMT kabupaten kota agar menghimpun anak-anak dalam perhimpunan Seni Budaya Islam. (*)















































