Lombokfile.com -Bank NTB Syariah terus mendorong pemanfaatan QRIS sebagai bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan dana retail yang berbasis transaksi, khususnya bagi pelaku usaha dan merchant di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Department Head of Funding and Transaction Bank NTB Syariah, David Rosedi, saat konferensi pers bertajuk “Dana Retail Membangun Budaya Pengelolaan Dana Berbasis Transaksi” di Mataram, Minggu (27/9), menjelaskan sejak program QRIS pada Juni 2025 mulai berjalan di Wilayah Mataram seperti di Pasar Dasan Agung dan Pasar Pagesangan hingga ke seluruh wilayah NTB, perkembangannya menunjukkan pertumbuhan pada jumlah merchant, frekuensi transaksi, nominal transaksi, serta dana yang masuk ke rekening merchant.
Menurutnya, penggunaan QRIS tidak hanya menjadi sarana pembayaran, tetapi juga mendorong masyarakat dan pelaku usaha membangun kebiasaan mengelola dana melalui transaksi yang tercatat secara digital.
Berdasarkan data kinerja QRIS Bank NTB Syariah, jumlah merchant meningkat dari 6.538 merchant pada Juli 2025 menjadi 14.386 merchant hingga 21 September 2026. Sementara frekuensi transaksi meningkat dari 62.121 transaksi pada Juli 2025 dan mencapai 478.140 transaksi pada Agustus 2026, sebelum tercatat 364.845 transaksi per 21 September 2026.
Dari sisi nominal, transaksi QRIS meningkat dari sekitar Rp13,437 miliar pada Juli 2025 menjadi Rp49,607 miliar pada Agustus 2026, sedangkan dana CASA merchant meningkat dari Rp67,502 miliar menjadi Rp. 141,892 miliar pada periode yang ditampilkan.
David mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan transaksi retail melalui QRIS semakin terhubung dengan pengelolaan dana merchant.
“QRIS tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi bagaimana transaksi retail dapat membangun budaya pengelolaan dana yang lebih tertib, tercatat dan terintegrasi dengan layanan perbankan,” ujar David
Bank NTB Syariah melalui pengembangan ekosistem QRIS selanjutnya diarahkan untuk memperluas penggunaan transaksi digital sekaligus memperkuat hubungan antara aktivitas transaksi merchant dengan layanan perbankan syariah.
Bank NTB juga berkomitmen untuk terus mendorong inovasi digital melalui pengembangan QRIS Masjid serta road show bertujuan untuk sosialisasi kepada masyarakat. Program ini tidak hanya memperluas pemahaman tentang transaksi nontunai, tetapi juga dibarengi peningkatan fasilitas pendukung agar penggunaan QRIS semakin mudah dan nyaman.
Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Bank NTB telah memetakan potensi di berbagai wilayah. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi pengembangan, sehingga potensi penggunaan QRIS termasuk di lingkungan masjid dapat terlihat dan dimaksimalkan. (*)





























Tinggalkan Balasan