Lombokfile -Bank NTB Syariah Cabang Selong berharap gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun honorer Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim agar dibayarkan secara non tunai.
”Selama ini tunai, jadi kami harus siapkan uang dalam jumlah besar,” terang Kepala Cabang Bank NTB Syariah Selong, Kasry Rachman, Kamis (16/5).
Penggunaan non tunai juga akan lebih mempermudah pelayanan. Sekaligus memberikan pembelajaran pada masyarakat untuk bertransaksi non tunai yang dimulai dari ASN.
”Ini untuk memudahkan dalam bertransaksi saat penggajian tanpa menunggu uang cash,” sambung Kasry. Diakui, saat ini hanya beberapa ASN dan honorer yang telah menggunakan non tunai.
Namun sebagian besar masih menggunakan tunai, dengan memasukkan uang ke dalam amplop dan dibagikan.
Selain itu, semua desa di Lotim juga didorong untuk pengelolaan keuangan desa dan transaksi menggunakan non tunai.
Mulai dari penggajian kepala desa, perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maupun pembayaran yang lain.
”Kalau sudah menggunakan non tunai kan prosesnya tentu akan lebih cepat. Kita tidak perlu menunggu uang tunai dulu baru dibayarkan,” tandasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim Salmun Rahman menambahkan, tahun 2024 ini semua desa di Lotim dalam pengelolaan keuangan menggunakan sistem digital Siskeudes terbaru untuk memudahkan desa dalam bertransaksi.
”Ini juga sangat mudah untuk pertanggungjawaban. Pada saat pencairan desa tidak perlu lagi mengantre lama dan bisa melakukan transaksi kapanpun dan di manapun,” imbuhnya.
Untuk bisa menerapkan Siskeudes ini desa harus menyiapkan dan melengkapi sarana prasarana pendukung seperti jaringan internet dan peralatan lainnya. (*)















































