Lombokfile.com -Bank NTB Syariah menjadi bank pilihan utama kontraktor di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Bank Pembangunan Dareah (BPD) Provinsi NTB ini sangat dipercaya karena melaksanakan sistem syariah secara kaffah (totalitas).
Sejumlah proyek fisik strategis di Jawa Timur didukung pembiayaannya oleh Bank NTB Syariah dalam beberapa tahun terakhir. Baik proyek pemerintah, maupun swasta. Tidak hanya itu, pengusaha-pengusaha di Jawa Timur juga banyak yang memanfaatkan pendanaan dari Bank NTB Syariah melalui Kantor Cabang Surabaya.
Diantara proyek srategis yang sudah dibiayai melalui perusahaan kontraktor konsorsium di Surabaya, PT. Anggaza Widya Ridha Mulia (PT. AWRM) dengan perusahaan groupnya antara lain, PT. Anggaza Widya Ridha Mulia, PT. Widya Satria, dan PT. Ganesha Jaya antara lain.
Rusun Kopassus TNI AD Cijantung, Rumah Pompa Pahlawan, Gedung Asrama Haji Indramayu, Venue Panjat Tebing Senayan, Gedung Barang Bukti Kejati – Mojokerto, Rehabilitasi Jaringan Pipa, Monumen dan Museum Reog Ponorogo, Rumah Pompa Undaan, Peningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh Kawasan Penyengat Tanjung Pinang, Rumah Pompa Karang Pilang, DKV ITS, dan Rusun AMM Manado. Proyek dilaksanakan tahun 2022, 2023, dan 2024.
Total nilai kontrak proyek-proyek tersebut sebesar Rp469,1 miliar lebih. Dan dibiayai oleh Bank NTB Syariah sebesar Rp159,289 miliar.
Komisaris perusahaan konsorsium ini, Anggaza Widya di Surabaya, Jumat, 24 Februari 2024 mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Bank NTB Syariah empat tahun terakhir. Awalnya, sebagai nasabah premium Bank Jawa Timur. Dalam perjalanannya, produk konstruksi Bank Jatim dinilai tidak lagi mampu mengimbangi kebutuhan pembiayaan konstruksi. Baik secara sistem maupun pembiayaan.
Selanjutnya ia beralik ke Bank Jawa Barat (BJB), namun terjadi juga produk pembiayaan konstruksi bank ini dinilai menjadi kurang bersaing.
Kemudian muncul Bank NTB Syariah yang membuat produk stand by lone group atau produk syariahnya Pembiayaan Wa’ad Group. Dimana produknya ini cukup luar biasa bisa bersaing di Jawa Timur, ujarnya.
Dari sisi produk, menurut kontraktor muda ini sudah sangat bersaing. Ditambah dengan pelayanan yang dianggap cukup luar biasa. Ditambah dengan respons cepat direksi dan jajaran di Kantor Pusat Bank NTB Syariah di Mataram.
Potensi pasar Bank NTB Syariah di Surabaya menurutnya terbuka sangat lebar. Bahkan bisa ditingkatkan performancenya hingga lima kali lipat dari saat ini. Mengingat, Bank Jawa Barat sendiri sudah membuka hingga empat cabang di Surabaya. Artinya ada pasar yang cukup besar yang bisa digarap juga oleh Bank NTB Syariah.
Tidak hanya kredit dari permbiayaan konstruksi, tapi bisa juga bisa pembiayaan ritel, property, dan ASN. Bank NTB Syariah belum sama sekali memasukkan kerja sama ke REI Jawa Timur. Mungkin karena terbatasnya waktu dan human resource, tambahnya.
Selama berkerja sama, setidaknya sudah 12 proyek strategis yang dikerjakan perusahaannya dibiayai oleh Bank NTB Syariah. Terbesar nilai pembiayaannya Rp35 miliar dari nilai proyek Rp85 miliar untuk pembangunan rusun mahasiswa di Manado.
Anggaza menegaskan ketertarikannya mengakses pembiayaan besar di Bank NTB Syariah, karena BPD NTB ini dinilai menjalankan prinsip-prinsip syariah secara penuh.
Ini poin plus yang pertama. Karena ada bank lain yang menyiapkan produk syariah, tapi dalam perjalanan tidak murni syariah. Jika dikomparasikan dengan produk-produk syariah bank lain. Ini produk yang murni syariah, terangnya.
Sehingga ketertarikannya murni karena Bank NTB Syariah melaksanakan prinsip-prinsip syariah. Sehingga pembiayaannya meringankan bagi nasabah besar. karena itu, ke depannya, sepanjang produk syariahnya dipertahankan, pilihannya akan tetap kepada Bank NTB Syariah.
Branch Manager Bank NTB Syariah Cabang Surabaya, Eka Meidia Wijawa mengatakan, tidak hanya pembiayaan, konsorsium PT. AWRM juga menempatkan dananya dalam bentuk giro.
Dari project saja hampir Rp65 miliar DPKnya. Artinya sangat membantu performance Bank NTB Syariah Cabang Surabaya. Dana proyek yang cair-cair masuknya ke kita, ujarnya.
Secara umum, sejak terbitnya izin produk pembiayaan tahun 2019, Bank NTB Syariah leading pada tahun 2020. Pembiayaan yang dikucurkan pada tahun 2020 sebesar Rp4,2 miliar, tumbuh menjadi Rp27,9 miliar pada tahun 2021.
Kemudian tumbuh menjadi Rp90,9 miliar tahun 2022. Dan pada tahun 2023 pembiayaan tumbuh menjadi Rp156,75 miliar. Laba bank juga tumbuh sangat menggembirakan. Tahun 2022 sebesar Rp610 juta, naik menjadi Rp5,59 miliar atau sebesar 916 persen. “Aset pada tahun 2020 sebesar Rp87,4 miliar menjadi Rp492,52 miliar,” jelas Meidi.
Sementara itu, yang tak kalah menggembirakan di Bank NTB Syariah Cabang Surabaya ini, selama empat tahun pembiayaan macet (Non Performing Financing) dari seluruh pembiayaan yang disalurkan nol persen (zero kredit macet).
Meidi menambahkan, sebagian besar atau 90 persen pembiayaan yang disalurkan kepada konstruksi , sisanya adalah pembiayaan konsumtif seperti pembiayaan perumahan, kendaraan, dan lainnya. (*)

















































