Lombokfile.com -Pada tanggal 2 Januari 2025, Asosiasi Pedagang Asongan Nusa Tenggara Barat (APA NTB) menyelenggarakan Internal Meeting dengan tema “Mendorong Eksistensi Pedagang Asongan NTB sampai ke penjuru Dunia”. Pada acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus provinsi dan masing-masing koordinator daerah Kabupaten/Kota. Acara ini dimulai pukul 15:30 WITA, di Lapangan Umum Taman Sangkareang Kota Mataram.
Komeng selaku ketua Asosiasi Pedagang Asongan Nusa Tenggara Barat membuka diskusi sore ini dengan menyampaikan program kerja dan progres yang akan diagendakan beberapa waktu kedepan.
Pada momentum ini hadir juga koordinator pedagang asongan dari kabupaten kota Mataram, Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara.
Mereka menyampaikan laporan Pedagang di daerah masing – masing baik dari segi internal pengurus dan keanggotaan maupun beberapa kendala di lapangan yang terjadi selama menjalankan tugas di daerah masing-masing.
Selain itu Agenda APA dalam waktu dekat ini adalah acara partisipasi dalam Acara Grand Opening Savana Bale Kebaya pada tanggal 5 Januari 2025 mendatang.
Dimana Ketua APA NTB menyampaikan beberapa mekanisme kegiatan pada hari Minggu 5 Januari mendatang dan beberapa anggota diminta untuk mempersiapkan diri terkait dengan keterlibatan pada acara tersebut.
Adapun APA NTB akan berpartisipasi dalam acara tersebut dengan menyuguhkan berbagai macam jajanan, minuman dan kuliner khas daerah masing-masing pedagang yang tergabung dalam APA NTB.
Komeng juga berharap dengan agar Pedagang Asongan yang tergabung dalam APA NTB bisa terus berprogres menjadi lebih baik, baik dari segi kualitas produk yang di jual dan bisa lebih tertib dan selalu mengutamakan keramah tamahan dalam menjajakan produknya supaya pembeli atau konsumen menjadi nyaman dalam berbelanja.
Di akhir pertemuan, beberapa anggota beserta pengurus melakukan survei lokasi untuk acara minggu pagi mendatang sekaligus silaturahmi ke kediaman dewan pembina APA NTB. Dalam statementnya Komeng berharap APA NTB bisa bersinergi dengan semua lapisan baik itu Instansi Pemerintah maupun Swasta Sehingga Pedagang asongan ada yang mengayomi dan menjadi lebih sejahtera. (*)















































