Lombokfile.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram mengukir prestasi indah di akhir tahun ini. Madrasah unggulan di NTB ini memborong sejumlah piala bergengsi di ajang Madrasah Reform Award (MRA) 2021 yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Provinsi NTB.
Penyerahan penghargaan MRA Award 2021 dilakukan Kanwil Kemenag NTB dalam rangkaian perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Sabtu 30 Oktober 2021 lalu.
Selain terpilih sebagai Juara 1 MRA 2021, MAN 2 Mataram juga berhasil menyabet Predikat Terbaik untuk semua jenjang dalam mengantarkan siswanya kuliah ke Luar Negeri.
Kepala MAN 2 Mataram, Drs. H. Lalu Syauki MS, M.Pd., mengatakan, keberhasilan MAN 2 Mataram meraih juara di ajang MRA 2021 merupakan buah kerja keras dan ikhtiar kolektif bersama dari para guru dan juga siswa-siswi di MAN 2 Mataram.
“Terbayar sudah lelah, peluh, dan keluh selama ini. Penghargaan ini merupakan hasil ikhtiar kolektif dan kerja keras bersama tim MAN 2, baik guru maupun para siswa dan siswi. Terima kasih untuk semua tim atas dedikasi yang tinggi untuk madrasah,” kata Syauki.
Seperti diketahui, keberadaan madrasah saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Ini bisa terlihat dari beragam program spektakuler yang digaungkan dan dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI. Salah satunya yakni Program Reformasi Madrasah.
Program Madrasah Reform adalah program revolusioner reformasi madrasah yang diluncurkan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI yang disupport penuh oleh World Bank dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di seluruh Indonesia.
Di dalam Program Reformasi Madrasah terdapat empat komponen, yaitu (1) Penerapan sistem rencana kerja dan anggaran madrasah berbasis elektronik secara Nasional. (2) Penerapan sistem penilaian hasil belajar di tingkat MI untuk seluruh peserta didik kelas 4 secara Nasional. (3) Kebijakan dan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk guru, kepala madrasah dan tenaga kependidikan madrasah dan (4) Pengembangan EMIS (Education Management and Information System).
Lomba Reformasi Madrasah atau yang ngetrend dengan istilah Madrasah Reform Award (MRA) masuk dalam poin ketiga.
MRA dilombakan mulai dari tingkat Kota/Kabupaten sampai tingkat Nasional.
Khusus Lomba Madrasah Reform Award (MRA) di lingkup Kemenag NTB, seleksi dilakukan mulai Maret 2021 lalu. Dari tingkat Kota/Kabupaten. Kegiatan ini diikuti oleh satuan kerja mulai dari RA, MI, MTs dan MA, baik Negeri maupun Swasta seluruh Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Ada dua komponen yang dinilai dalam MRA ini antara lain Main Component dan Complement Component.
Main Component atau Komponen Utama yang dimaksud yakni terdiri atas delapan indikator yang harus dipenuhi oleh masing-masing Satuan Kerja. Di antara komponen utama itu yakni: mutu lulusan, sebaran alumni di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Perguruan Tinggi di Luar Negeri semisal Eropa, Timur Tengah, Australia, Taipei-Taiwan, Malaysia, Mesir, Turki, Yaman, Maroko, dan lainnya. Demikian juga dengan mutu guru dan manajemen madrasah.
Sedangkan Complement Component atau Unsur Penunjang merupakan unsur pelengkap, semisal prestasi yang dicapai oleh Madrasah pada umumnya, wabil khusus prestasi yang telah dicapai oleh Kepala Madrasah, Siswa, dan Guru. Mulai dari tingkat Kota/Kabupaten, Provinsi, Nasional dan Internasional dan tak lupa tentang sarana prasarana yang ada di madrasah.
Selain itu, unsur pelengkap juga bisa berupa ragam inovasi yang dilakukan guru dalam mengajar, penggunaan media pembelajaran, alat peraga mengajar, perangkat pembelajaran, dan kegiatan peningkatan kompetensi dari guru dan karyawan semisal menghadiri forum-forum ilmiah seperti seminar, workshop, konferensi, simposium baik sebagai keynote speaker atau invited speaker (pembicara utama dan pembicara tamu) maupun sebagai peserta dan rentetan pendampingan berkelas regional dan global yang pernah dilakukan oleh para guru.
Kepala MAN 2 Mataram, Drs. H. Lalu Syauki MS, M.Pd., mengatakan menjadi juara di ajang MRA 2021 merupakan pencapaian yang luar biasa.
Namun hal ini tidak boleh membuat MAN 2 Mataram menjadi puas dan lupa diri. Sebab, banyak tantangan yang jauh lebih sulit yang akan dihadapi ke depan.
Ia berharap, penghargaan kali ini menjadi pemicu semangat dan menjadi motivasi bagi semua warga madrasah untuk selalu meningkatkan kompetensi diri, bukan hanya di atas kertas namun teruji secara nyata.
“Bila perlu semua guru menjemput bola menyambut even-even atau lomba-lomba yang diadakan oleh berbagai lembaga. Guru juga harus merubah mindset, berbenah dalam segala dini. Mudah-mudahan capaian hari ini berkah dan menjadi lebih baik ke depannya,” katanya. (Bayu)














































