Lombokfile.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram terus memperkuat upaya edukasi keamanan pangan kepada generasi muda melalui rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah di Kota Mataram pada 14–16 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BBPOM di Mataram dalam membangun kesadaran sejak dini agar peserta didik mampu memilih pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas sebagai bekal mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.Selama tiga hari pelaksanaan, edukasi diberikan kepada 919 siswa baru yang terdiri dari 384 siswa baru MAN 1 Mataram, 116 siswa baru SDIT Anak Sholeh Mataram, serta 419 peserta didik baru SMP Negeri 15 Mataram. Kegiatan ini merupakan implementasi arahan Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, yang menekankan pentingnya penguatan pengawasan obat dan makanan melalui edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.Pada kegiatan tersebut, narasumber dari BBPOM di Mataram menyampaikan materi mengenai 5 Kunci Memilih Pangan Aman, CEK KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa), serta Isi Piringku sebagai pedoman penyusunan menu gizi seimbang. Melalui materi tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya membaca informasi pada label, memastikan legalitas dan masa kadaluarsa produk, serta membiasakan mengonsumsi pangan yang aman dan bergizi dalam kehidupan sehari-hari.
Di MAN 1 Mataram, edukasi dikemas dalam talkshow bertema “Madrasah Sehat, Aman, Nyaman, dan Membanggakan” bersama Komisi Informasi Provinsi Nusa Tenggara Barat. Selain memperoleh pemahaman tentang keamanan pangan, para siswa juga mendapatkan materi mengenai literasi digital dan pemanfaatan media informasi secara bijak. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai cara memilih jajanan yang aman, penerapan CEK KLIK, hingga pentingnya menyaring informasi di era digital.Sementara itu, di SDIT Anak Sholeh Mataram, edukasi disampaikan dengan pendekatan yang ringan, komunikatif, dan menyenangkan sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Melalui penyampaian yang interaktif, para peserta diajak mengenal kebiasaan memilih pangan yang aman sejak usia dini sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang yang optimal.Berbeda dengan dua kegiatan sebelumnya, edukasi di SMP Negeri 15 Mataram dipadukan dengan berbagai aktivitas kreatif, seperti lomba menghias tumbler dan lunch box serta penilaian isi bekal berdasarkan prinsip Isi Piringku.
Kegiatan ini tidak hanya mendorong kreativitas peserta didik, tetapi juga membiasakan penggunaan wadah makan dan minum sendiri sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai. Penilaian bekal dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan makanan pokok, lauk pauk, sayur, buah, dan kecukupan air minum sehingga siswa memahami bahwa bekal sehat harus memenuhi prinsip gizi seimbang.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Para siswa aktif mengikuti diskusi, menjawab pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai kebiasaan memilih jajanan dan membawa bekal ke sekolah. Suasana yang komunikatif membuat materi keamanan pangan lebih mudah dipahami dan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Melalui rangkaian edukasi ini, BBPOM di Mataram berharap para peserta didik mampu menjadi konsumen yang cerdas, membiasakan penerapan 5 Kunci Memilih Pangan Aman, CEK KLIK, dan Isi Piringku, serta menjadi agen perubahan yang mengajak keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya untuk semakin peduli terhadap keamanan pangan. “Edukasi sejak dini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan budaya konsumsi pangan yang aman dan sehat demi terciptanya generasi Indonesia yang unggul, sehat, dan berkualitas,” pungkas para narasumber. (*)

Tinggalkan Balasan