Lombokfile.com -Bertempat di Laboratorium computer MAN Lombok Barat, pada Sabtu (31/08/2024) telah terlaksana kegiatan Penguatan Pembelajaran Abad 21 untuk guru-guru MAN Lombok Barat. Penguatan ini dilaksasanakan sebagai buah dari kerja sama dalam membangun kemitraan dengan lembaga lain. Kali ini tim dari dosen Bahasa Inggris FKIP Universitas Mataram, antara lain yang menjadi narasumber atau pembicara adalah Yuni Budi Lestari, Ph.D, Ni Wayan Mira Susanti, M.Appling, dan Prof. Kamaludin Yusra, Ph.D.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh guru-guru MAN Lombok Barat. Kegiatan diawali dengan sambutan Bapak Kepala MAN Lombok Barat, H. Adul Azis Faradi, S.Pd.M.Pd. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya pendekatan-pendekatan pembelajaran abad 21 diterapkan dalam pembelajaran di kelas agar terbentuk kecakapan abad 21 pada seluruh peserta didik, yang titik poinnya pada peserta didik yang berkarakter, berpikir kritis, kreatif, bisa berkolaborasi, dan berkomunikasi.
“Pembelajarah harus menekankan kecakapan abad 21, pembelajaran yang bermakna, dan menerapkan 4 pilar pendidikan yang dicanangkan oleh UNESCo; learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to do (belajar untuk menjadi terampil), learning to be (belajaruntuk berkarakter), dan learning to live together (belajar untuk berkolaborasi dengan orang lain).” Ungkap H. Abdul Azis Faradi.
Yuni Budi Lestari, Ph.D yang mewakili tim sebagai pembicara menyampaikan tentang “Cooking Tefl 4.0 from IR 4.0 and Edu 4.0: Principles, Challenges, and Opportunities” Dalam pemaparanya menyampaikan tentang prinsip-prinsip pembelajaran abad 21, tantangan pembelajaran abad 21, dan peluang pembekajaran abad 21.
Lebih lanjut Ibu Yunu Budi Lestari menyampaikan bahwa pendekatan yang direkomendasikan dala rangka penguatan karakter, kompetensi 4C, dan Literasi. Sedangkan model pembelajaran yang nantinya disarankan digunakan kedepan ialah Flipped Classroom dimana para siswa akan menonton video pembelajaran, membuat rangkuman, mencatat poin-poin penting dirumah, Kemudian mengerjakan tugas-tugas untuk penguatan di kelas. Di dalam kelas ada juga diskusi, praktik laboratorium, penjelasan terhadap konsep-konsep yang belum dipahami siswa.
Salah seorang guru Bahasa Inggris, Mita Febriasanti, S.Pd. menuturkan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk memberikan spirit baru bagi guru. Dia menyampaikan terima kasih kepada MAN Lombok Barat dan FKIP UNRAM dengan diadakan sosialisasi semacam itu, harap semua guru akan berfikir kritis dan memulai menyusun konsep pembelajaran yang nyaman dan terintegrasi untuk menuju abad 21. (*)














































