Lombokfile.com – Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Mataram resmi memulai babak baru kepengurusan periode 2026-2028. Rangkaian agenda diawali dengan prosesi pelantikan pengurus baru dan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) XIII yang digelar di Sekretariat Bersama PHDI NTB, Minggu (26/4).
Mengusung tema *”Transformasi PC KMHDI Mataram Menuju Organisasi Progresif, Adaptif, dan Berkelanjutan”*, kegiatan ini menjadi tonggak estafet kepemimpinan sekaligus forum strategis untuk menyusun arah gerak organisasi dua tahun ke depan.
Ketua Panitia, *I Putu Agus Indra Satya Ariyasa*, dalam laporannya menyampaikan pertanggungjawaban penyelenggaraan kegiatan, termasuk aspek pendanaan dan partisipasi. Rakercab XIII ini dapat terlaksana dengan dukungan penuh dari 22 panitia yang bekerja sejak persiapan hingga hari-H. Dan mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Rakercab XIII dihadiri 34 pengurus yang resmi dilantik.
Ketua PC KMHDI Mataram periode 2026-2028 yang baru dilantik, *Gede Bagus Purnama Aribawa*, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar melalui Rakercab XIII.
“Melalui Rakercab ini, harapannya seluruh rumusan program kerja benar-benar selaras dengan tema yang kita usung: Transformasi PC KMHDI Mataram menuju organisasi yang progresif, adaptif, dan berkelanjutan. Kepengurusan ini lahir di era yang menuntut kecepatan dan ketepatan. Transformasi bukan pilihan, tapi keharusan agar kita tetap relevan. Mari kita buktikan bahwa KMHDI Mataram mampu berprogres dalam pergerakan mahasiswa ke depan, tidak stagnan, dan setiap gerakannya memberi dampak berkelanjutan bagi kader dan umat,” tegasnya.
Dukungan penuh disampaikan Plt. Ketua PD KMHDI NTB, *Ni Kadek Ayu Indah Artiwi*. Ia menegaskan bahwa Rakercab merupakan pijakan awal kepengurusan.
“Rakercab XIII ini adalah langkah awal kita menjalankan organisasi selama satu periode ke depan. Apa yang kita tuangkan hari ini akan menjadi tolak ukur kemajuan PC KMHDI Mataram. Perencanaan yang matang tidak boleh berhenti di atas kertas, harus ada aksi nyata yang direalisasikan bersama. Ini bukan tugas ketua saja, tapi butuh kerja kolektif seluruh jajaran pengurus,” pesannya.
Rakercab XIII dibuka secara resmi oleh perwakilan Forum Alumni KMHDI NTB, *Ida Bagus Widiadnyana, S.Pd., S.Fil., M.Pd.* sekaligus menyaksikan prosesi pelantikan pengurus baru. Dalam arahannya, ia berpesan agar organisasi tetap menjadi kawah candradimuka kader.
“Integritas dan disiplin adalah napas organisasi. Jadikan KMHDI tempat menempa diri. Selamat bertugas kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Jaga nama baik, terus berkarya nyata untuk umat,” pungkasnya.
Penegasan Arah Gerak dalam Penutupan Rakercab XIII
Dalam sambutan penutup, Ida Bagus Widiadnyana, S.Pd., S.Fil., M.Pd. memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah menuntaskan proses persidangan selama lebih dari 10 jam. Beliau menekankan bahwa ketahanan fisik dan mental dalam persidangan adalah modal awal dalam menjalankan roda organisasi.
Bli Ida menegaskan bahwa pengurus KMHDI harus mampu menjadi “kompas” yang memberikan arah bagi organisasi. Kader diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan, mata, dan telinga bagi umat Hindu serta peka terhadap dinamika sosial kemasyarakatan yang terjadi saat ini.
“Roda organisasi tidak akan bisa berjalan jika hanya satu orang atau individu yang bergerak. Membangun solidaritas adalah hal mutlak agar program yang telah disahkan dapat memberikan dampak nyata,” ujar Bli Idea dalam arahannya.
Selain penguatan internal, ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor. Kader KMHDI Mataram diinstruksikan untuk proaktif menjalin komunikasi dengan pemerintah, korporasi, organisasi lintas agama, serta menjaga hubungan harmonis dengan para alumni. Hal ini dinilai penting untuk membantu organisasi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kompleks ke depannya.
Senada dengan itu, Plt. Ketua PD KMHDI NTB, *Ni Kadek Ayu Indah Artiwi*, menekankan implementasi program.
“Program kerja yang sudah disahkan jangan hanya menjadi draf semata, tapi harus diimplementasikan dengan penuh tanggung jawab sesuai timeline. Terutama pengkaderan, jangan sampai kader hanya berhenti di satu jenjang saja, tapi harus tuntas hingga jenjang tertinggi,” tegas Indah di hadapan seluruh peserta.
Indah menambahkan bahwa dinamika persidangan yang keras merupakan ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengasah argumentasi. Beliau berharap kepengurusan periode ini mampu menjaga solidaritas demi menjaga nama baik organisasi di mata masyarakat dan mitra kerja lainnya.
Sementara itu, Ketua PC KMHDI Mataram, * Gede Bagus Purnama Aribawa* yang akrab disapa *Bli Gus*, menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya dimulai pasca-Rakercab. Dan bagaimana kita Mempersatukan seluruh mahasiswa Hindu di kota Mataram dalam Pergerakan mahasiswa Guna mewujudkan mahasiswa Hindu yang berdampak dan berkarya untuk masyarakat.
“Melalui Dinamika persidangan adalah cara kita mendewasakan diri dalam berorganisasi. Namun, setelah ini, tantangan sebenarnya adalah bagaimana pengurus baru mampu merealisasikan program-program tersebut dengan nyata di tengah masyarakat dan mahasiswa,” ujar Bli Gus.
Beliau juga memberikan catatan khusus pada penguatan internal dan pengkaderan sebagai fondasi utama KMHDI. Menurutnya, kualitas kader yang dihasilkan akan menentukan nama baik organisasi di masa depan. Bli Gus mengajak seluruh jajaran pengurus untuk mengesampingkan ego pribadi dan mengutamakan semangat gotong royong dalam bekerja.
Penutupan ini menandai dimulainya babak baru kepengurusan PC KMHDI Mataram yang diharapkan mampu membawa perubahan positif melalui program-program strategis yang telah disusun selama Rakercab berlangsung. (*)












































