Lombokfile.com -Kemeriahan pesta bola dunia 2026 mencapai puncaknya saat puluhan pecinta sepak bola memadati area Cafe It’s Milk yang terletak di jalan Majapahit Kota Mataram. pada Rabu pagi, 15 Juli 2026.

Acara nonton bareng (nobar) akbar laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Spanyol ini sengaja digelar oleh komunitas mahasiswa dan pemuda guna memfasilitasi antusiasme tinggi masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan duel dua raksasa Eropa tersebut secara bersama-sama dalam atmosfer yang luar biasa.

Sepanjang pertandingan, gemuruh sorak-sorai penonton terus memecah keheningan pagi seiring dengan aksi saling serang yang diperagakan oleh kedua tim di layar.

Meski tensi pertandingan sangat tinggi, aksi nobar akbar ini berjalan dengan sangat tertib, aman, dan damai hingga peluit panjang dibunyikan. Duel ini sekaligus membuktikan bahwa sepak bola selalu sukses menjadi pemersatu di tengah perbedaan dukungan di kalangan masyarakat pecinta sepak bola di kota Mataram.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Paguyuban Mahasiswa Kerukunan Anak Ende KAE NTT-Mataram Suhardin mengatakan bahwa kegiatan nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol telah dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat khususnya kelompok mahasiswa sekaligus memperkuat persatuan di tengah potensi munculnya rivalitas antar suporter yang berisiko berkembang menjadi provokasi, ujaran kebencian, maupun tindakan anarkis apabila tidak dikelola secara baik.

Pihaknya menilai bahwa rivalitas hanya berlangsung selama 90 menit pertandingan, sedangkan nilai persaudaraan harus tetap dijaga karena sepak bola merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai perbedaan, termasuk bagi kelompok mahasiswa maupun paguyuban mahasiswa dari luar daerah NTB, seperti dirinya dari Ende, NTT. 

“Nobar Piala Dunia sebagai momentum juga agar para pemuda dan mahasiswa untuk menjaga keamanan, tertib, damai, serta bebas dari segala bentuk provokasi, tindakan anarkis, ejekan, ujaran kebencian, maupun perselisihan antar pendukung yang berpotensi merusak persatuan bangsa, serta seluruh rangkaian kegiatan nobar berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif hingga pertandingan berakhir, meskipun tensi pertandingan berlangsung tinggi dengan atmosfer dukungan yang sangat meriah,” paparnya.

Sementara itu, salah satu Mahasiswa UIN Mataram, Arjuanto mengatakan bahwa kegiatan Nobar merupakan momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas antar generasi muda, membangun ruang diskusi yang sehat, serta meningkatkan silaturahmi di tengah keberagaman dukungan terhadap masing-masing tim. 

“Setiap hasil pertandingan harus diterima dengan lapang dada disertai penghormatan terhadap pilihan dan dukungan setiap individu tanpa memandang perbedaan,” ujar Arjun.

Pada pertandingan ini Tim Nasional Spanyol berhasil mengalahkan Prancis dengan skor 2–0 pada laga semifinal pertama yang berlangsung di Stadion Dallas, Amerika Serikat, sehingga satu tiket menuju final berhasil diamankan. 

Dua gol kemenangan Spanyol mengantar Spanyol ke final dan menunggu satu tiket final lainnya masih akan diperebutkan antara Inggris vs. Argentina. (*)