Lombokfile.com -Asosiasi Pedagang Asongan NTB menggelar rapat konsolidasi Perdana di Meeting Room Hotel Bidari, Cakranegara, 03/09/2024, di hadiri oleh ketua Asosiasi Pedagang Asongan Se- Kabupaten/ Kota minus Pulau Sumbawa,
Dalam rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus provinsi, kabupaten dan kota serta pembina asosiasi tersebut, pembina asosiasi, I Gede Gunanta menghimbau agar pengurus serta para pedagang pada umumnya lebih aktif lagi dalam berorganisasi demi mengakomodir kepentingan bersama,”pungkasnya.

Ditambahkan pula oleh Gede Gunanta, Bahwa Asosiasi Pedagang Asongan NTB adalah wadah berkumpulnya para pedagang asong dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kemampuan para pedagang dalam menjajakan dagangannya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para anggota.Dan dari sisi pemerintah akan memudahkan dalam hal melakukan pembinaan.
Pada rapat konsolidasi tersebut, ketua umum asosiasi pedagang asongan NTB, komarudin alias Komeng menekankan momentum pilkada NTB tahun ini agar menjadi ajang untuk menjaring pemimpin yang benar-benar mau mengakomodir nasib para pedagang asongan baik itu penjaja barang atau jasa yang ada di NTB. “Ucapnya.
Dalam rapat tersebut, ketua Asosiasi Pedagang Asongan Lombok Tengah, Evanda Surya pun turut serta menghimbau seluruh elemen baik itu pengurus, pembina maupun birokrasi pemerintah agar benar2 memperhatikan nasib para pedagang, dan Pro-aktif menjalankan program-program dalam rangka peningkatan kapasitas para pedagang asongan di provinsi NTB.
“Masyarakat kita secara peta demografi, hampir separuhnya adalah pedagang. Baik itu pedagang asongan, pedagang kaki lima, maupun orang-orang yang melakukan aktifitas niaga secara virtual melalui sosial media.
Selama ini kaum pedagang dipandang sebelah mata dan hanya dijadikan objek kepentingan semata. Alangkah baiknya jika seluruh elemen yang berwenang bersedia untuk mengayomi dan lebih memperhatikan lagi keberadaan masyarakat pedagang di NTB ini.
Banyak yang menggantungkan hidupnya pada sektor niaga, sehingga sangat penting untuk membina, mengayomi serta mendampingi mereka terus-menerus, karena tidak bisa kita pungkiri bahwa sebagian besar ekonomi menengah ke bawah bergantung pada sektor pedagang kecil tersebut”, tutur Evanda.
Di samping itu, pembina asosiasi pedagang asongan NTB juga berharap agar kedepannya para pengurus organisasi ini lebih serius lagi mengayomi seluruh anggotanya dan Pedagang Asongan lebih tertib dan terakomodir. (*)















































