Lombokfile.com – Merebaknya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lombok Timur dengan angka positif yang terdata hingga saat ini sebanyak 2800 ekor sapi, membuat Dinas Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur menggelar rapat koordinasi dengan 30 dokter hewan se-Lombok Timur.
Rapat berlangsung di halaman kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur. Kepala Disnakeswan Masyhur memberikan perhatian serius terkait kasus PMK ini.
Hal ini ia ungkapkan melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakeswan Lombok Timur drh Hultatang saat dimintai keterangan di ruangannya oleh wartawan hari ini, Selasa (24/5/2022).
Menurutnya, dalam penanganan PMK ini, jangan menunggu atau hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat.
“Dalam penanganan PMK di Lombok Timur, kita bersepakat satu aksi satu kata bersama semua pihak yang terkait, sehingga tidak ada lagi ditemukan kendala di lapangan untuk melakukan penanganan PMK, ” ucap Hultatang.
Oleh karenanya, Disnakeswan Lombok Timur melakukan rapat dengan dokter hewan se Kabupaten yang tergabung dalam 21 Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) dan ada 30 dokter hewan, terkait dengan bagaimana menjawab isu, ketersediaan obat, dan lain sebagainya.
“Kita sebagai pemerintah harus berikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, oleh karenanya lah kami sudah mengusulkan anggaran ke daerah untuk penanganan wabah PMK ini, dan kita akan ke provinsi untuk menyediakan obat itu, ” terangnya.
Lebih lanjut Hultatang menyebut, pihaknya sedang memaksimalkan usaha, terutama penyediaan obat yang nantinya bisa didapatkan secara gratis di UPT yang ada di masing-masing Kecamatan di Lombok Timur.
Lebih-lebih berdasarkan kondisi yang ada di lapangan, tingkat kesembuhan pada sapi yang terkena PMK hampir 50 persen, bahkan tingkat kematian termasuk rendah di NTB dan Lombok Timur khususnya.
Oleh karena itu, Hultatang menjelaskan menghimbau masyarakat agar tidak terlalu panik dengan wabah PMK ini meskipun menjelang Hari Raya Idul Adha, karena masih ada 99 persen sapi yang masih sehat, sehingga pasokan daging sapi sehat aman jelang Hari Raya Idul Adha. Terlebih lagi di NTB, kasus PMK ini tidak semua daerah terjangkit. (*)












































