Lombokfile.com – Menindaklanjuti hasil analisa dan evaluasi (anev) vaksinasi sehari sebelumnya, Bupati mengumpulkan seluruh OPD dan memberikan penekanan untuk mengejar target vaksinasi. Melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Rupatama, Kantor Bupati Lotim, Rabu (2/3/22).
Bupati memerintahkan agar menyiapkan stimulus berupa paket sembako untuk masyarakat agar antusias melaksanakan vaksinasi.
“Selain menyiapkan stimulus, kita harus membentuk dua tim, yaitu untuk percepatan vaksin dan sinkronisasi data manual dengan P-care serta tim untuk percepatan vaksinasi dipusatkan di kecamatan dengan capaian rendah seperti kecamatan Masbagik, Wanasaba, Sakra Barat, dan Sakra Timur. Nanti tim tersebut berasal dari Aparatur Sipil Negara(ASN)yang tidak sekadar memantau, melainkan menggerakkan masyarakat.
“Selain itu kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) harus mendorong peran aktif Kepala Desa melalui Surat Edaran(SE). Sementara itu Tim yang akan menangani sinkronisasi data manual dan data P-Care akan difokuskan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan dukungan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian” ujar Sukiman Azmy.
Tidak hanya berbicara percepatan vaksinasi, Bupati juga menyinggung pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Penerapan SPBE diharapkan dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.
Bupati juga menyinggung masih adanya pimpinan OPD yang belum menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) serta SPT tahunan. Padahal pelaporan juga menjadi bagian pertanggungjawaban terhadap jabatan yang diemban.
Pada rapat tersebut mengemuka pula rencana perubahan status Pelabuhan Labuhan haji dari pelabuhan penyeberangan menjadi pelabuhan perikanan. Hal ini merespon rencana ditutupnya pelabuhan perikanan di Benoa, Bali. Peralihan status ini juga dinilai akan meningkatkan fungsi serta kontribusi Pelabuhan Labuhan Haji.(Asita)














































