Lombokfile.com -Warga Wakan keluhkan tumpukan sampah yang ada di pinggir jalan Desa Wakan yang membuat sepanjang jalan terlihat sangat kumuh.
Melalui fenomena yang ada, Dedi Wahyudi selaku ketua pemuda Dusun Gunung Baru menyampaikan harapannya untuk di atensi khusus oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat terhadap penumpukan sampah yang ada.
“Saya sangat apresiasi Pemdes Wakan cepat mengambil tindakan untuk mengantisipasi penumpukan sampah dengan cara pembangunan bak sampah di masing-masing dusun yang ada di Desa Wakan,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan via whatsapp pada Senin(28/2/22).
Pemerintah Desa Wakan sendiri sekarang cuma memiliki Bak sampah akan tetapi kata Dedi, pembangunan bak sampah yang dibangun oleh Pemdes Wakan pada tahun 2020 lalu, hari ini bukan sebagai solusi terhadap pengurangan sampah, melainkan menjadi masalah terhadap penumpukan sampah yang sifatnya tersentral.
“Yang menjadi pertanyaan kita bersama ketika sampah sudah terkumpul dengan berbagai macam sampah (bercampur) apakah bisa untuk dibakar atau semacamnya,” tanyanya.
Dari Pemuda Dusun Gunung Baru, Desa Wakan menggagas satu program bakti sosial yang bersifat continue atau berkelanjutan guna menekan penumpukan sampah terutama di bak sampah dan di sekeliling wilayah, dengan mengajak semua masyarakat untuk ikut terlibat, dan program yang kami tawarkan ini juga masyarakat secara tidak langsung akan sadar dengan sendirinya.
Lebih lanjut Dedi menegaskan, namun program ini tidak akan mampu berjalan sebagaimana yang diharapkan tanpa adanya penyelesaian akhir apakah itu ada Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kecamatan Jerowaru tersebut.
melalui program pembuatan bakti sosial terhadap masyarakat ia mengharapkan ada atensi khusus dari pemerintah Desa Wakan untuk melakukan satu terobosan baru terhadap persoalan sampah yang ada
Secara khusus Desa Wakan yang memiliki wilayah yang cukup luas, hal ini mengakibatkan Desa Wakan rentan akan tumpukan sampah jika tidak dikelola dengan bijak oleh warga dan juga pemerintah sendiri.
“Kami harapkan ada atensi pemerintah, apakah itu melalui kerjasama antara Pemdes dengan Pemda Lotim atau bahkan ke Provinsi, karena provinsi NTB juga memiliki program Zero Waste yang selalu disosialisasikan atau yang sering diungkapkan di publik,” ujarnya.(Asita)














































